Skip to main content

Timnas Belanda, Maluku dan Naturalisasi Timnas Indonesia

Ternyata sangat banyak pemain sepak bola yang masih keturunan bangsa besar ini yaitu Indonesia, terutama dari negara Belanda. Seandainya benar mereka mau dinaturalisai akan menjadi sangat banyak pemain bola Indonesia. Euforia sepakbola dibumi ini sedang "meledak" bak dinamit. Stadion Senayan rata-rata menampung 80 ribu penonton dari yang seharusnya 120 ribu orangpun bahkan tidak akan bisa menampung penggemar tim nasional sepakbola Indonesia seandainya diisi full. Memang harus diakui adanya naturalisasi pemain nasional adalah daya tarik yang luar biasa. Berbicara soal pemain sepak bola keturunan Indonesia ternyata masih sangat banyak pemain sepakbola handal di luar negeri sana yang berdarah Indonesia. Soal kebenarannya mungkin PSSI bisa langsung cek ke clubnya masing-masing.

Maluku selalu identik dengan timnas dan kesebelasan di Belanda. Memang semua itu tak lepas dari sejarah panjang bangsa besar dan tercinta. Dimulai dari penjajahan Belanda yang beratus-ratus tahun di Indonesia. Ada istilah “Belanda Hitam” untuk orang Maluku yang dipecayai sebagai kasta kelas dua dalam tentara KNIL (Koninklijke Nederlands(ch)-Indische Leger) adalah sebuah ikatan sejarah masa lalu. Sejarah kelam yang membuat banyak tentara KNIL Maluku yang menetap di Belanda dan menghasilkan keturunan warga Maluku yang cukup banyak di negeri Belanda. Sejarah juga yang membuat perdebatan pendirian Republik Maluku Selatan (RMS) yang tak kunjung selesai sampai sekarang. Harus diakui, sisa-sisa RMS masih ada dan eksis di negeri Belanda (bisa anda baca RMS). Kita cuma bisa berdoa semoga semuanya cepat berakhir dan Indonesia semakin jaya dan bersatu tidak ada lagi perselisihan, perpecahan dan semua yang mengganggu kedamaian. Tidak berpanjang lebar dan mengaitkan hal itu dengan sepakbola, karena  sepakbola adalah sepakbola, kita tidak perlu mencampurinya dengan urusan politik karena tidaka akan ada habisnya.

Keterlibatan orang Maluku sebenarnya sudah ada sejak Piala Dunia pertama tahun 1938. Saat itu kesebelasan Hindia-Belanda membawa nama Kerajaan Belanda, bukan Indonesia walaupun sebenarnya sebagian besar pemain Indonesia di "sisipi" pemain Belanda. Hal mana perlu saya luruskan, karena ada perdebatan mengenai keabsahan Indonesia pernah mengikuti Piala Dunia. Memang, sebagian besar pemainnya adalah warga Indonesia yang bukan pemain FIFA, tetapi mereka yang bekerja di perusahaan-perusahaan Belanda. FIFA tetap mengakui Hindia Belanda disertakan atas rekomendasi NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie) bukan PSSI yang waktu itu kepanjangannya Persatuan Sepakraga Seluruh Indonesia.

Dari daftar pemain Hindia-Belanda di Piala Dunia 1938, beberapa pemain Maluku seperti Hans Taihuttu, Frederik Hukom dan Tjaak Pattiwael. Ketiga pemain Maluku ini berbaur bersama pemain dari Jawa (Nawir dan Suvarte Soedermadji), Tionghoa (Tan Djien, Bing Mo Heng, Tan Se Han dan Tan Mo Heng) serta pemain asli Belanda seperti Beuzekom dan Henk Sommers. Jadi kalau anda melihat timnas Belanda multiras seperti sekarang ini, sebenarnya itu sudah terbentuk sejak awal dan "sedikit" pemain Belanda. Keterlibatan orang Maluku di timnas Belanda pada era modern tidak lepas dari sosok Simon Melkianus Tahamata. Selama bermain, pemain kelahiran Vught Belanda pada 1956 silam ini berposisi di sayap kiri. Simon merupakan putra asli Maluku. Dia sudah memperkuat timnas Belanda sebanyak 22 kali dan mencetak dua butir gol.

Simon Melkianus

Setelah gantung sepatu akhir 90-an, Simon sibuk menjadi pelatih di Ajax junior. Simon mengawali karier bersama Ajax pada musim 1976/77. Karena cedera, dia sempat absen selama dua musim dan kembali membela Klub Anak-anak Dewa itu di musim 1979/80, dan hingga akhir musim dia mampu mengemas 17 gol. Namun, setelah malang melintang di Divisi Utama Belanda, Simon kemudian hijrah ke kompetisi Belgia (Standar de Liege) musim 1982/83. 1984 dia kembali ke Belanda dan merumput bersama Feyenoord Roterdam.

Entah mengapa, Simon kembali ke kompetisi utama di negara tetangga Belanda itu dan membela panji-panji Beerschot dan Germinan Ekeren di Standart de Liege. Tapi seiring perjalanan waktu, merasa tak puas di kompetisi Belgia, Simon mencoba peruntungan di karpet Timur Tengah dan memilih berbaju klub Arab Saudi, Al-Ahli sebelum kembali ke negeri kelahirannya —Belanda— pada akhir 1987.

Pulang dari Tanah Arab, Simon membela Feyenoord Roterdam dan mengakhiri karier di markas De Kuip pada 1996 silam. Semasa jayanya Simon ikut dipanggil membela timnas Belanda selama hampir delapan tahun, yakni dari 1979 hingga 1986. Ia pun masuk armada Belanda untuk penyisihan Piala Dunia 1982 Spanyol dan 1986 Meksiko.

Bryan Roy, eks Timnas Belanda di Piala Dunia 1994 dan 1998—-yang mengaku punya darah Maluku–menuturkan bahwa saat masih muda, dirinya pernah mendengar kalau Simon Tahamata, yang juga legenda Ajax, pernah ditolak pemerintah Indonesia di jaman Menteri Kehakiman, Ali Sadikin. Padahal, kata Roy, setelah mencermati sepak terjang dan prestasi tim nasional selama hampir 10 tahun terakhir, ide mendatangkan Simon Tahamata bukan sesuatu yang tabu. Karena Simon adalah satu-satunya pemain berdarah Maluku, yang peduli dengan pemerataan sepak bola di negara ketiga, seperti Indonesia. Sungguh amat disayangkan!

Tidak Pernah Habis!

Jadi, kalau Indonesia masih bermimpi akan bermain di Piala Dunia, tidak dengan orang Maluku. Keikutsertaan timnas Belanda di setiap perhelatan internasional, selalu ada pemain keturunan Maluku yang disertakan. Ada sebuah kebanggaan bagi beberapa kerabat yang tinggal di Maluku, jika pemain yang masih mempunyai tali persaudaraan ikut bermain di even tertinggi seperti piala dunia. Beberapa marga Silooy yang banyak tinggal di daerah Latuhalat dan Amahusu tetap mempunyai cerita turun temurun untuk anak cucu mereka karena keikutsertaan Sony Silooy di piala dunia 1994.

Tapi tidak ada yang paling membanggakan selain marga Sapulette, dari desa Ulath, Pulau Saparua Maluku Tengah. Ya, Sapulette adalah marga asli ibu dari kapten timnas Belanda di Piala Dunia 2010 sekarang, Giovanni van Bronckhoorst. Dari semua pemain keturunan Maluku, tidak ada yang bisa mencapai prestasi tertinggi dari Gio (nama panggilan). Ban Kapten tentunya sebuah kebanggaan dan tentunya bukan asal-asalan kepercayaan itu diberikan pelatih Bart van Marwijk. Pengalaman bermain bersama Feyenoord, Celtic, Arsenal dan ikut memberi andil merebut trofi Liga Champions bersama Barcelona adalah pencapaian luar biasa.

Piala Dunia 2010 di Afsel juga mempunyai catatan tersendiri di hati orang Maluku. Selain kapten timnas Belanda adalah pemain keturunan Maluku pertama, pada pertandingan Belanda melawan Denmark, empat pemain pemain keturunan Maluku bermain bersama yaitu Giovanni van Bronckhoorst, Johny Heitingga, Demy de Zeeuw dan Nigel de Joong. Belum lagi masih ada striker Robin van Persie, meskipun ia keturunan Jawa DARI neneknya yang asli Surabaya.

Saya berani mengatakan pemain keturunan Maluku tidak pernah habis. Mau bukti? Ini beberapa nama pemain keturunan Maluku yang siap-siap menggantikan era Giovanni dkk beberapa tahun mendatang.

Michael Timisela, Sven Taberima, Christian Supusepa, Robert Timisela (Ajax Amsterdam), Mathija Marunaya, Gaston Salasiwa (AZ Alkmaar), Ignacio Tuhuteru, (FC Groningen), Marciano Kastirejo, Max Lohy, Stefano Lilipaly (FC Utrecht), Domingus Lim-Duan, Nelljoe Latumahina, Juan Hatumena, Petu Toisuta (FC Zwolle), Djilmar Lawansuka (Feyenoord Rotterdam), Raphael Tuankotta (21, Volendam Yunior), Justin Tahaparry (21, FC Eindhoven), Estefan Pattinasarani (17 tahun, AZ Alkmaar), Tobias Waisapy (18, Feyenoord Yunior).

Jadi, kalau orang Maluku identik dengan timnas Belanda, bukan sebuah keterpaksaan, bukan sekedar ngefans, tetapi sejarah dan hubungan persaudaraan yang masih terjalin sampai sekarang.

Ya sudah, semoga ini catatan untuk PSSI, kenapa takut untuk naturalisasi pemain-pemain keturunan?

Lihatlah Timnas Percancis dengan pemain multiras dan etnik (Aljazair, Maroko, Senegal, Maladewa). Ataukah Timnas Jerman di Piala Dunia kali ini , yang bukan hanya berhasil meruntuhkan tembok pemisah barat dan timur, tetapi meruntuhkan juga tembok rasisme. Mereka berhasil menyatukan Cacau (Brazil), Jerome Boateng (Ghana), Samy Khedira (Turki), Lucas Podolski (Polandia) dan Mezut Oezil berbaur bersama darah-darah muda Der Panser.

Berikut daftar pemain sepak bola keturunan Indonesia:

Bobby Petta : Adelaide United (Australia)

Nama lengkap    : Alfred Manuel Petta

Tanggal lahir      : 6 Agustus 1974 (umur 36)

Tempat lahir      : Rotterdam, Belanda

Tinggi               : 1.73 m (5 ft 8 in)

Posisi bermain     : Sayap kiri

Leroy Gerald Resodihardjo : Adoo Den Hag (Belanda)

Nama lengkap     : Leroy Gerald Resodihardjo

Tanggal lahir       : 4 Maret 1987 (umur 23)

Tempat lahir       : Leidschendam, Belanda

Tinggi                : 1.84 m (6 ft 0 in)

Posisi bermain     : Gelandang

Charles Dissels = Sparta Rotterdam

Nama lengkap     : Charles Dissels

Tanggal lahir       : 12 Desember 1984 (umur 26)

Tempat lahir       : Amsterdam, Belanda

Tinggi                : 1.84 m (6 ft 0 in)

Posisi bermain     : penyerang

Delano Hill = Willem II Tilburg

Nama Lengkap    : Delano Hill

Tanggal Lahir      : 29 April 1975 (1975-04-29) (age 35)

Tempat Lahir      : Rotterdam, Belanda

Tinggi                : 1.91 m (6 ft 3 in)

Posisi Bermain     : Defense Centre back

Demy de Zeeuw = Az Alkmaar

Denny Landzaat = wigan athletic fc (inggris)

Jason Oost = vvv venlo

Jeffrey Altheer = excelsior rotterdam

Jeffrey de Vischer = aberdeen fc (skotlandia)

Jeffrey Leiwakabessy = allemania aachen (jerman)

Jhon van Beukering = feyenord

Michael Mols = feyenoord rotterdam

Michael Timisela = vvv venlo

[Michael Timisela dari VVV Venlo]

Michael Timisela dari VVV Venlo

Quido Lanzaat = pfc cska sofia (bulgaria)

Sigourney Bandjar = excelsior rotterdam

Divisi I

Bryon Kiefer = BV Veendam

David Ririhena = top oss

Dominggus Lim-Duan = fc eindhoven

Ferdinand Katipana = cambuur Leeuwarden

Joas Siahaija = mvv maastricht

Justin Tahapary = fc eindhoven

Levi Risamasu = agovv apeldoorn

Lucien Sahetapy = bv veendam

Milan Berck-Beelenkamp = hfc haarlem

Randy Thenu = fc den bosch

Regilio Jacobs = top oss

Robbert Maruanaya = GA eagles deventer

Sergio Kawarmala = helmond sport

Sergio Van Djik = fc emmen

Junior

Andy Tahitu = de graafschap

Tobias Waisapy = feyenoord rotterdam

Tom Hiariej = fc groningen

Stefano Lilipaly = fc utrecht

Django Ngutra = GA eagles deventer

Gino de Zeeuw = agovv apeldoorn

Yentl Heatubun = fortuna sittard

Jemayel Maruanaja = fortuna sittard

Njigel Latumaerissa = rkc waalwijk

Bryan Brard = vitesse arnhem

A (U-19)

Stefano Lilipaly = fc utrecht

Christian Supusepa = Ajax Amsterdam

Christian Supusepa

Christian Supusepa bermain di Ajax Amsterdam

Tim Hattu = vvv venlo

Jeffrey Hen = vvv venlo

Xander Houtkoop = sc Heerenveen

Edinho Pattinama = nac breda

Gaston Salasiwa = Az Alkmaar

Christian Supusepa

Christian Supusepa bermain di Ajax Amsterdam

Giovanni Kasanwirjo = ajax amsterdam

Raymond Soeroredjo = vitesse/agovv

Tobias Waisapy = feyenoord rotterdam

Jordao Pattinama = feyenoord rotterdam

Abel Tamata = psv eindhoven

Yael Heatubun = fortuna sittard

Django Ngutra = GA eagles deventer

Richie Pairun = cambuur Leeuwarden

Ruben Wuarbanaran = fc Den Bosch

Daniel Salakory = fc Den Bosch

Govanni Wilikin = top oss

B (U-17)

Anice Waisapy = vvv venlo

Cayfano Latupeirissa = nec nijmegen

Estefan Pattinasarany = az alkmaar

Joey Latumalea = fc groningen

Yoram Pesulima = vitesse/agovv

Marciano Leuwol = vitesse/agovv

Stevie Hattu = vvv venlo

Sonny Luhukay = vvv venlo

Masaro Latuheru = feyenoord rotterdam

Ferd Pasaribu = fortuna sittard

Jair Behoekoe Nam Radja = rkc waalwijk

Marinco Hiariej = bv veendam

Graham Bond = fc omniworld

C (U-15)

Brandon Leiwakabessy = nec nijmegen

Jordi Tatuarima = nec nijmegen

Levi Raja Boean = nec nijmegen

Rychto Lawalata = nec nijmegen

Benjamin Roemeon = vitesse/agovv

Delano Haulussy = GA eagles deventer

Ricarco Malaihollo = GA eagles deventer

Jordi Rakiman = cambuur leeuwarden

Kevin Pairun = cambuur leeuwarden

D – E

Silgio Thenu = feyenoord D1 (U-13)

Niaz de Coninck = feyenoord D1 BVO (U-13)

Tom Titarsolej = psv eindhoven D3 (U-11)

Jamarro Diks = vitesse/agovv D1 (U-13)

Kevin Diks (Bakarbessy) = vitesse/agovv D2 (U-12)

Jerah Hukom = Vitesse/agovv D2 (U-12)

Jamarro Diks = vitesse/agovv D1 (U-13)

Shayne Pattynama = ajax amsterdam E3 (U-10)

Nathan Haurissa = fc den bosch D2 (U-12)

Sereno Latuhihin = fc den bosch D3 (U-11)

Sumber: bakauheni.com

Comments

Popular posts from this blog

10 Taman Nasional Terindah di Dunia

1. Snowdonia National Park, Wales, Great Britain Taman nasional Snowdonia yang terletak di Wales, Inggris Raya ini mempunyai luas sekitar 2,170 km2. Taman nasional ini teretak di ketinggian 1,085 m di Gunung Snowdon. Perlu dikeahui, Snowdon adalah gunung tertinggi di inggris. Taman Nasional ini mempunyai pemandangan yang sangat indah, dan memberikan kesan "damai" kepada para pengunjungnya.

17 Manfaat Susu Kedelai dan Cara Membuatnya

Susu kacang kedelai (lebih tepatnya adalah Sari Kedelai) (Hanzi: 豆漿; 豆奶) adalah semacam minuman yang dibuat daripada kacang kuning, mendapat namanya karena minuman ini berwarna putih kekuningan mirip dengan susu. Susu ini juga dikenal sebagai susu kedelai di Indonesia. Susu kacang kedelai lazim sebagai hidangan sarapan pagi bersama dengan penganan lainnya seperti youtiao. Susu kacang memiliki komposisi yang mirip dengan susu: 3,5% protein, 2% lemak, serta 2,9% karbohidrat.

Air yang Merugikan Kesehatan

Air yang Merugikan Kesehatan dan Sebaiknya Jangan Diminum. Dalam kondisi tertentu, 5 jenis air berikut ini bisa menjadi nitrit dan zat lain yang beracun dan merusak, dapat menyebabkan kerusakan tertentu terhadap tubuh manusia. Air usang : Atau yang dikenal (air mati), artinya air yang sudah tersimpan lama dan tidak di gunakan (minum). Jika sering mengonsumsi air demikian, dapat menyebabkan metabolisme sel anak-anak yang belum dewasa melamban, akibatnya mempengaruhi pertumbuhan tubuhnya, penuaan pada laki-laki setengah umur akan bertambah cepat, rasio terjadinya penyakit kanker lambung dan kanker kerongkongan di sejumlah besar daerah terus meningkat, ini mungkin berhubungan dengan seringnya mengonsumsi air usang. Zat beracun dalam air usang akan terus bertambah dan bertambah seiring dengan masa penyimpanan air. Air mendidih lama : Air mendidih lama adalah air yang sudah mendidih sepanjang malam atau sudah lama di kompor. Air demikian, karena dimasak terlalu lama, sehingga zat yang t...