Susu kacang kedelai (lebih tepatnya adalah Sari Kedelai) (Hanzi: 豆漿; 豆奶) adalah semacam minuman yang dibuat daripada kacang kuning, mendapat namanya karena minuman ini berwarna putih kekuningan mirip dengan susu. Susu ini juga dikenal sebagai susu kedelai di Indonesia. Susu kacang kedelai lazim sebagai hidangan sarapan pagi bersama dengan penganan lainnya seperti youtiao. Susu kacang memiliki komposisi yang mirip dengan susu: 3,5% protein, 2% lemak, serta 2,9% karbohidrat.
Menurut seorang ahli nutrisi, susu kacang kedelai bukanlah termasuk kategori susu, karena susu adalah cairan yang hanya diproduksi oleh kelenjar susu pada mamalia dan manusia
Seperti dilansir dari Steady Health, satu cangkir susu kedelai yang tidak
difortifikasi (masih murni, belum mengalami pengayaan), mengandung hampir 7
gram protein, 4 gram karbohidrat, 4,5 gram lemak, dan tidak mengandung
kolesterol. Sedangkan susu sapi, menyediakan karbohidrat, vitamin, mineral, dan
lemak. Semua susu sapi mengandung 8 gram protein dan 12 gram karbohidrat per
cangkir. Ini juga merupakan sumber yang kaya nutrisi lainnya. Namun kita tidak
perlu khawatir, karena susu kedelai yang beredar di pasaran sekarang ini sudah
diperkaya dengan kalsium, vitamin E, B12, D, dan nutrisi lainnya.
Dan ini dia beberapa manfaat dari susu kedelai untuk
kesehatan seperti dilansir oleh laman Magforwomen dan Fitday:
1. Menurunkan Kolesterol
Berbeda dengan susu sapi yang tinggi lemak jenuh,
lemak susu kedelai sebagian besar tak jenuh dan non kolesterol. Asam lemak tak
jenuh tunggak dan tak jenuh ganda dalam kedelai dapat menghambat pengangkutan
kolesterol ke dalam aliran darah. Penelitian menunjukkan bahwa asupan kedelai
yang rutin secara signifikan dapat menurunkan kadar kolesterol jahat dalam
darah.
2. Menurunkan Berat Badan
Secangkir susu sapi memiliki sekitar 12 gram gula,
sedangkan susu kedelai hanya 7 gram. Inilah mengapa jumlah kalori satu cangkir
susu kedelai jauh lebih sedikit dibandingkan susu sapi. Selain itu, asam lemak
tak jenuh tunggal dalam susu kedelai mampu menghambat penyerapan lemak di usus.
Selain itu, minum susu kedelai akan memberikan efek kenyang lebih lama.
3. Mencegah Kanker Prostat
Susu kedelai kaya akan phytoestrogen, hormon tanaman
yang dapat menghambat produksi hormon testosteron pada pria. Kadar testosteron
yang berkurang secara signifikan dapat mengurangi risiko kanker prostat.
Penelitian telah membuktikan bahwa pria yang sering mengonsumsi kedelai secara
rutin lebih kecil mengalami kanker prostat.
4. Menopause Lebih Nyaman
Selama mengalami menopause, produksi hormon esterogen
wanita menurun drastis. Penurunan yang sangat banyak ini bisa menyebabkan
beberapa masalah kesehatan pada wanita, antara lain penyakit jantung, diabetes
dan obesitas. Wanita di masa ini juga lebih rentan mengalami depresi, mudah
marah, serta gangguan psikologis lainnya. Dengan mengonsumsi susu kedelai yang
kaya phytoestrogen yang dapat menggantikan hormon esterogen, maka wanita akan
lebih sehat dan nyaman menjalani masa menopause.
5. Mencegah Osteoporosis
Tidak hanya susu sapi yang bisa menurunkan risiko
osteoporosis, susu kedelai juga bisa memberi manfaat yang sama. Kandungan
fitoestrogen dalam susu kedelai dapat membantu mempercepat penyerapan kalsium
oleh tubuh dan mencegah hilangnya massa tulang. Untuk mendapatkan hasil
maksimal, pastikan Anda membeli susu kedelai yang mengandung vitamin D.
6. Sumber protein
Susu kedelai merupakan sumber protein yang jumlahnya hampir
sama dengan susu sapi. Yang mengagumkan susu kedelai juga mengandung protein
nabati yang dapat mencegah kerapuhan tulang belakang alias osteoprosis. Anda
dapat mengkonsumsi susu kedelai setiap hari tanpa perlu khawatir ancaman
osteoporosis.
7. Ramah untuk hati
Kandungan lemak jenuh dalam susu kedelai sangat kecil
terutama lemak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda. Selain itu susu kedelai juga
tidak mengandung kolesterol sehingga sangat baik dikonsumsi orang yang
menderita penyakit koroner.
8. Tidak mengandung laktosa
Menurut wikipedia, laktosa adalah bentuk disakarida
dari karbohidrat yang dapat dipecah menjadi bentuk lebih sederhana yaitu
galaktosa dan glukosa. Karena tidak adanya laktosa, susu kedelai adalah
pengganti sempurna untuk susu sapi bagi mereka yang menunjukkan intoleransi
terhadap laktosa.
9. Alternatif Bagi Bayi yang
menderita galaktosemia
Susu kedelai bisa menjadi alternatif dan aman untuk
bayi dengan gangguan galaktosemia. Galaktosemia merupakan kelainan di mana
kadar glaktosa yang tinggi dalam darah. Gangguan ini ditandai dengan kondisi
bayi yang tidak toleran pada susu. Biasanya, tubuh bayi menampakkan beberapa
gejala yang mengkhawatirkan seperti diare, kejang perut, kembung sampai gejala
keracunan hati & ginjal yang parah.
10. Tidak Menyebabkan alergi
Selain sebagai minuman yang ideal untuk
laktosa-intoleran dan bagi mereka yang menderita galaktosemia. Susu kedelai
tidak menyebabkan alergi makanan karena bebas kasein, kacang, gluten, dan MSG.
11. Susu Kedelai Baik untuk
jantung
Susu kedelai sangat baik bagi kesehatan jantung karena
jumlah lemak jenuh pada susu kedelai sangatlah sedikit. Lemak jenuh yang tinggi
akan meningkatkan kadar kolesterol “buruk” (LDL) serta bisa meningkatkan risiko
jantung. Susu kedelai mengandung lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh
ganda. selain itu, susu kedelai tidak mengandung kolesterol, sehingga aman bagi
anda yang takut gemuk.
12. Mencegah Diabetes Melitus
Diabetes Melitus muncul karena tubuh kekurangan
Insulin; yang mengakibatkan kelainan metabolisme karbohidrat, protein, lemak,
air, dan elektrolit. Susu kedelai yang mengandungAsam Amino Glisin dan Asam
Amino Arginin mampu menjaga keseimbangan Hormon Insulin. Selain itu, protein
dalam susu kedelai lebih mudah diterima organ ginjal dibandingkan dengan
protein hewani. Karena itu Susu Kedelai baik dikonsumsi oleh penderita Diabetes
Melitus.
13. Minumam untuk Penderita
Autisme
Autisme adalah gangguan perkembangan yang terjadi pada
masa anak-anak, sehingga membuat seseorang tidak mampu mengadakan interaksi
sosial dan seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri. Autisme pada anak-anak
biasanya disebut Autisme Infatil. Penderita Autisme sebaiknya tidak mengkosumsi
makanan yang mengandung Kasein (Protein susu) dan Glutein (protein tepung).
Karena selain sulit dicerna , makanan yang mengandung
kedua jenis protein tersebut dapat menyebabkan gangguan fungsi otak. Jika
dikonsumsi perilaku penderita autisme akan menjadi lebih hiperaktif. Sumber
Kasein berasal dari susu hewani (susu sapi) serta berbagai macam produknya,
seperti keju dan krim. Bagi penderita Autisme , Susu Sapi dapat diganti dengan
Susu Kedelai. Dengan demikian, para penderita autisme tetap memperoleh masukan
protein, vitamin, dan mineral yang cukup. Hal terpenting dari semua itu, susu
kedelai tidak mengandung Kasein dan Glutein.
14. Minuman untuk Vegetarian
Vegetarian adalah orang yang menganut pola makan
berpantang daging, termasuk produk pangan lainnya yang berasal dari hewan
seoerti telur , susu serta hasil olahannya. Namun pada kenyataannya para
vegetarianpun sangat membutuhkan sumber gizi hewani-yang merupakan sumber gizi
tinggi bagi pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia. Bagi vegetarian, susu
kedelai dapat disajikan sebagai minuman utama. Selain enak dan menyegarkan,
nilai gizinya tidak kalah dengan susu sapi. Susu kedelai merupakan minuman
sumber vitamin (B1,B2,B6, dan provitamin A), sumber mineral (Kalsium,
Magnesium, Selenium, Fosfor), sumber Karbohidrat, sumber Protein, dan sumber
Lemak).
15. Mencegah Migraine
Migraine dikenal juga dengan sakit kepala sebelah yang
berulang dan bersifat idiopatik (timbul dengan sendirinya tanpa diketahui
penyebabnya); serta bersifat kambuhan. Penyakit ini lebih banyak menyerang
wanita disbanding pria (3 : 1). Faktor utamanya adalah adanya siklus hormonal
pada wanita. Dengan sifatnya yang idiopatik migraine sangat berkaitan dengan
perubahan biokimiawi. Mengkonsumsi susu kedelai secara teratur dapat mencegah
dan meredakan migraine; terutama yang disebabkan oleh deffisiensi zat gizi. Hal
ini disebabkan karena Susu Kedelai merupakan sumber Vitamin B-Complek (kecuali
B12), Mineral, (terutama Kalium), dan Asam Amino (terutama Lisin) dengan jumlah
cukup tinggi.
16. Minuman Anti Kanker
Apakah anda pernah mendengar atau melihat iklan susu
yang mampu mencegah kanker? Susu tersebut adalah Soymilk alias Susu Kedelai.
Karena Susu Kedelai merupakan salah satu minuman kesehatan sumber mineral,
selenium, Vitamin E, Isoflavon, dan Asam Amino Triptopan. Untuk mengatasi
paparan radikal bebas pemicu, kanker diperlukan zat atau senyawa yang berfungsi
sebagai anti-oksidan . Selain Selenium, anti-oksidan pada Susu Kedelai adalah
Vitamin E danGenistein, yang secara sinergis mampu menghalau kanker.
17. Mencegah Penuaan Dini
(Anti Aging)
Bagi setiap orang; memjadi tua adalah sebuah kepastian
yang sebenarnya tidak perlu ditakutkan. Salah satu cara yang diyakini paling
ampuh menangkal penuaan dini adalah dengan mengandalkan Anti Oksidan yang
bersumber dari makanan atau minuman. Mengkonsumsi makanan atau minuman sumber
anti-oksidan merupakan pilihan bijak, sekaligus pilihan tepat untuk mengatasi
penuaan dini. Anti oksidan umumnya berasal dari golongan vitamin dan mineral;
diantaranya vitamin B, E, C, Beta-Karoten, Chromium, Selenium, Kalsium,
Tembaga, Magnesium, dan Isoflavon.
Cara Membuatnya
Bahan:
Kacang Kedelai – 1/2 kg.
Vanili – 1 bungkus untuk 1/2 kg kedelai.
Gula pasir sesuai selera.
Garam sesuai selera.
Alat:
Kompor
Blender
Panci
Penyaring atau kain tipis yang bersih
Cara:
Cuci bersih kedelai dengan air yang mengalir hingga benar-benar bersih Selanjutnya rebus kedelai sekitar 15 menit. Angkat kedelai dan rendam dengan air bersih sekitar 10-12 jam agar kedelai melunak dan kulit arinya mudah terkelupas. Setelah itu cuci kembali kedelai dengan air bersih sambil diremas-remas agar kulit ari terkelupas.
Jika sudah selesai kedelai bisa di blender, saat memblender bisa diberi air secukupnya.
Setelah kedelai halus, maka campurlah dengan air mendidih secukupnya dan saring menggunakan saringan atau kain bersih untuk memisahkan ampas.
Susu kedelai anda sudah jadi, namun masih harus direbus lagi hingga benar-benar mendidih. Tujuanya adalah untuk mensterilkannya dari mikroba, bakteri dan juga menghilangkan bau dari kedelai.
Setelah mendidih maka kecilkan api dan aduk aduk susu kedelai selama kurang lebih 15 menit. Tujuanya agar sari sari kedelai tidak mengendap serta membuat susu kedelai lebih tahan lama.
Setelah itu anda bisa menambahkan gula dan sedikit garam sesuai dengan selera. Jangan lupa masukan juga vanili agar aromanya semakin lezat. Minuman ini cocok di sajikan selagi hangat maupun di dingankan dulu di kulkas.
Demikian tips bermanfaat seputar resep dan cara membuat susu kedelai sendiri yang nikmat dan menyehatkan untuk keluarga tercinta. Semoga berhasil dan selamat mencoba.
Meskipun susu kedelai ini mengandung banyak manfaat
bagi kesehatan, namun tidak dianjurkan untuk bayi di bawah satu tahun. Untuk
bayi di bawah satu tahun, susu terbaik tetaplah ASI (Air Susu Ibu).
Sumber: berbagai sumber di internet
Sumber: berbagai sumber di internet

Comments
Post a Comment
Berikan komentar Anda, dengan bantuan Anda kami tetap ada