1. Penyu Sisik Semu (Lepidochelys olivacea).
Enam sampai sembilan pasang sisik sisi terdapat pada tempurungnya,
sisik perut berpori; dua pasang sisik diantara matanya. Merupakan jenis
penyu terkecl. Makanannya terutama ganggang laut da udang. Telur biasa
untuk obat, kulitnya untuk tas, sepatu. Telah di lindungi di Indonesia.
Temuan yang didasari oleh pengumpulan data selama beberapa dekade terhadap pertumbuhan penyu tersebut tentunya membawa implikasi terhadap upaya konservasi. Ia menjelaskan berapa waktu yang dibutuhkan bagi penyu yang menetas untuk kembali ke tempat ia dilahirkan untuk bertelur. Sebelumnya, peneliti memperkirakan bahwa usia matang penyu tersebut antara 10 sampai 35 tahun.
Menurut Graeme Hays, peneliti dari University of Swansea, Inggris, lambatnya penyu tersebut masuk ke usia dewasa, artinya populasi spesies ini jauh lebih ringkih dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya. “Semakin lambat seekor hewan masuk ke usia dewasa, semakin terancam pula populasi hewan itu dari kebinasaan yang diakibatkan oleh manusia,” ucapnya.
Penelitian yang melibatkan sejumlah peneliti dari University of Exeter Inggris, University of Lefke Turki, serta North Cyprus Society for Protection of Turtles ini melakukan pengamatan pada kelompok penyu hijau di Siprus bagian utara.
Penyu hijau adalah penyu laut besar yang termasuk dalam keluarga Cheloniidae, satu-satunya spesies dalam golongan Chelonia. Mereka hidup di ekosistem laut tropis dan subtropis, terutama di Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik. Nama penyu hijau didapat dari lemak bewarna hijau yang terletak di bawah cangkangnya.
Berdasarkan pantauan, di Pulau Derawan masih banyak warga yang menjual cenderamata seperti gelang, cincin, dan gantungan kunci yang berasal dari kulit penyu. Ada juga pajangan berupa penyu yang dikeraskan. Keberadaan penyu hijau justru menjadi salah satu daya tarik Derawan, selain karena hewan itu dilindungi. "Seharusnya warga bisa menjual cenderamata lain seperti kaus atau pajangan yang bukan dari penyu," ucap Peter seorang turis Jerman.
Penyu Belimbing disebut juga Leatherbacks, dan sangat dilindungi sebagaimana diatur dalam CITES (Convention on International Trade of Endangered Species) Appendix 1. Saat ini diperkirakan hanya sekitar 2.300 penyu betina dewasa yang tersisa diseluruh Samudera Pasifik.
Jamursba Medi, yang terletak di pantai utara Kepala Burung Papua merupakan salah satu tempat peteluran utama bagi Penyu Belimbing. Hanya ada dua tempat yang masih menyimpan stok Penyu Belimbing di Samudera Pasifik, yaitu di Pasifik Utara termasuk di pantai-pantai Meksiko, Nikaragua, dan Costa Rica, dan di Pasifik Barat yakni di pantai-pantai Kepulauan Solomon, Vanuatu, Malaysia dan Papua (termasuk juga Papua Nugini).
Dengan semakin menurunnya populasi penyu belimbing di daerah peteluran di Malaysia dan Meksiko, Papua otomatis menjadi daerah peteluran terakhir sekaligus terbesar yang tersisa di seluruh Samudera Pasifik.
Hewan yang beratnya bisa mencapai 600-900 kg, dan merupakan salah satu reptil terbesar itu memang menyimpan rahasia pengembaraan yang unik. Dimulai dari tukik yang baru menetas dengan berat kurang dari 200 gram, penyu kecil tersebut berenang ke laut lepas dan baru kembali ke darat setelah berat badannya mencapai sekitar 600 kilogram, hanya untuk bertelur! Bayangkan, betapa panjang masa yang dihabiskannya menjelajahi laut.
Hanya penyu betina dewasa yang ’mampir’ kedaratan selama sekitar tiga jam dalam setiap masa bertelur untuk meletakkan 60-120 telurnya, lalu kembali ke laut, dan naik lagi ke daratan untuk bertelur 2-3 tahun kemudian.
Sayangnya, dari 1.000 telur Penyu Belimbing yang menetas, hanya satu hingga lima ekor yang hidup menjadi dewasa hingga puluhan tahun. Selain akibat aktivitas nelayan - yang menangkap penyu sebagai tangkapan samping - populasi Penyu Belimbing terancam serius oleh perburuan liar untuk mendapatkan telur, daging, dan cangkangnya. Begitu juga karena pencemaran laut; terutama oleh sampah plastik yang sering tertelan penyu karena disangka ubur ubur kesukaannya.
Sebagai pemangsa utama ubur-ubur, Penyu Belimbing menjadi pengatur keseimbangan populasi ubur-ubur di alam. Berlebihnya populasi ubur-ubur dapat menyebabkan penurunan populasi ikan, khususnya ikan-ikan dengan nilai komersial yang laku dipasaran, dikarenakan ubur-ubur adalah pemangsa utama larva ikan tersebut. Dengan demikian, pelestarian Penyu Belimbing memberikan manfaat bagi ikan, manusia dan industri nelayan.
2. Penyu Bromo atau penyu tempayan (Caretta caretta).
Pada tempurungnya terdapat lima atau lebih pasang sisik. Kepalanya
besar dan sisik perutnya tidak berpori. Makanannya kepiting, kerang,
ikan, ubur-ubur, ganggang laut. Telur dan dagingnya dimakan. Di
Indonesia dilindungi.
Dari penelitian yang dipublikasikan di jurnal Functional Ecology, ternyata loggerhead turtle alias penyu tempayan, membutuhkan hampir separuh abad untuk mencapai titik dewasa. Seekor penyu betina dari spesies ini baru akan bertelur saat mereka berusia 45 tahun.
Dari penelitian yang dipublikasikan di jurnal Functional Ecology, ternyata loggerhead turtle alias penyu tempayan, membutuhkan hampir separuh abad untuk mencapai titik dewasa. Seekor penyu betina dari spesies ini baru akan bertelur saat mereka berusia 45 tahun.
Temuan yang didasari oleh pengumpulan data selama beberapa dekade terhadap pertumbuhan penyu tersebut tentunya membawa implikasi terhadap upaya konservasi. Ia menjelaskan berapa waktu yang dibutuhkan bagi penyu yang menetas untuk kembali ke tempat ia dilahirkan untuk bertelur. Sebelumnya, peneliti memperkirakan bahwa usia matang penyu tersebut antara 10 sampai 35 tahun.
Menurut Graeme Hays, peneliti dari University of Swansea, Inggris, lambatnya penyu tersebut masuk ke usia dewasa, artinya populasi spesies ini jauh lebih ringkih dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya. “Semakin lambat seekor hewan masuk ke usia dewasa, semakin terancam pula populasi hewan itu dari kebinasaan yang diakibatkan oleh manusia,” ucapnya.
3. Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata).
Empat pasang sisik pada tempurungnya: Sisik tempurung bertumpang
tindih, dua pasang sisik diantara dua matanya, kepala sempit dan mulut
miripparuh elang. Makanannya bunga karang, bulu babi, ikan dan ganggang
laut. Penyu ini sering diawetkan, tempurungnya sangat disukai sebagai
bahan kacamata, sisir; telur dimakan dan digunakan sebagai obat.
Dagingnya tidak dimakan. Terancam kepunahan, sudah dilindungi di
Indonesia.
Ribuan penyu sisik ditangkap setiap tahun. Diminati karena motif sisik karapaksnya yang unik dijadikan kerajinan tangan dan cendera mata. Sedangkan telurnya dipercaya berkhasiat untuk kesehatan.
Ribuan penyu sisik ditangkap setiap tahun. Diminati karena motif sisik karapaksnya yang unik dijadikan kerajinan tangan dan cendera mata. Sedangkan telurnya dipercaya berkhasiat untuk kesehatan.
Penyu sisik adalah salah satu dari enam jenis penyu lain di Indonesia
atau dari delapan jenis penyu di dunia. Penyu lain yang ditemukan di
Indonesia adalah penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang
(Lepidochelys olivacea), penyu tempayan (Caretta caretta), penyu
belimbing (Dermochelys coriacea), dan penyu pipih (Natator depressus).
Semua jenis penyu yang hidup di perairan Indonesia sebenarnya telah
dilindungi oleh UU No 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam
Hayati dan Ekosistemnya, serta diatur dalam PP No. 7 Tahun 1999 tentang
Pengawetan Jenis Satwa dan Tumbuhan.
Segala bentuk pemanfaatan penyu untuk perdagangan adalah pelanggaran peraturan itu dan diancam hukuman penjara maksimum lima tahun. Namun hingga kini praktik perdagangan penyu masih terus berlangsung.
Setiap tahun, ribuan penyu ditangkap untuk memenuhi permintaan pasar. Data yang dikeluarkan ProFauna, sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mencermati perdagangan penyu di Indonesia, menunjukkan lebih dari 27.000 ekor penyu hijau dibunuh untuk diambil dagingnya pada tahun 1999.
Penyu sisik yang termasuk dalam famili Cheloniidae merupakan salah satu penyu yang diminati karena motif sisik karapaksnya yang unik dan indah untuk dijadikan kerajinan tangan dan cendera mata.
Hasil penyelidikan lembaga itu pada 2002 memperlihatkan masih banyak pedagang cendera mata yang menggunakan bahan karapaks penyu sisik sebagai bahan dasarnya. Hal ini terlihat di beberapa daerah, seperti Yogyakarta, Jakarta, Bali, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Madura, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Flores, dan Sulawesi.
Segala bentuk pemanfaatan penyu untuk perdagangan adalah pelanggaran peraturan itu dan diancam hukuman penjara maksimum lima tahun. Namun hingga kini praktik perdagangan penyu masih terus berlangsung.
Setiap tahun, ribuan penyu ditangkap untuk memenuhi permintaan pasar. Data yang dikeluarkan ProFauna, sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang mencermati perdagangan penyu di Indonesia, menunjukkan lebih dari 27.000 ekor penyu hijau dibunuh untuk diambil dagingnya pada tahun 1999.
Penyu sisik yang termasuk dalam famili Cheloniidae merupakan salah satu penyu yang diminati karena motif sisik karapaksnya yang unik dan indah untuk dijadikan kerajinan tangan dan cendera mata.
Hasil penyelidikan lembaga itu pada 2002 memperlihatkan masih banyak pedagang cendera mata yang menggunakan bahan karapaks penyu sisik sebagai bahan dasarnya. Hal ini terlihat di beberapa daerah, seperti Yogyakarta, Jakarta, Bali, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Madura, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Flores, dan Sulawesi.
4. Penyu Hijau (Chelonia mydas).
Empat pasang sisik sisi pada tempurungnya, satu pasang sisk diantara
kedua matanya. Tempurungnya; halus karena sisiktidak tumpang tindih.
Penyu dewasa makanannya ganggang laut. Populasinya cepat menurun karena
daging penu jenis ini paling banyak diperdagangkan, diekspor. Selain
dagingnya, telur penyu ini juga dimakan dan dijadikan obat. Kulitnya
untuk sepatu dan tas. Tempurungnya untuk perhiasan. Sekarang sudah
dilindungi.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin bayi-bayi penyu hijau ditentukan oleh suhu telur ketika dierami. Suhu yang lebih hangat akan meningkatkan jumlah penyu berkelamin betina yang lahir hingga 95 persen. Dan faktor ini dapat membantu populasi mereka dalam melawan efek perubahan iklim lewat perilaku kawin.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin bayi-bayi penyu hijau ditentukan oleh suhu telur ketika dierami. Suhu yang lebih hangat akan meningkatkan jumlah penyu berkelamin betina yang lahir hingga 95 persen. Dan faktor ini dapat membantu populasi mereka dalam melawan efek perubahan iklim lewat perilaku kawin.
Penelitian yang melibatkan sejumlah peneliti dari University of Exeter Inggris, University of Lefke Turki, serta North Cyprus Society for Protection of Turtles ini melakukan pengamatan pada kelompok penyu hijau di Siprus bagian utara.
Penyu hijau adalah penyu laut besar yang termasuk dalam keluarga Cheloniidae, satu-satunya spesies dalam golongan Chelonia. Mereka hidup di ekosistem laut tropis dan subtropis, terutama di Samudra Atlantik dan Samudra Pasifik. Nama penyu hijau didapat dari lemak bewarna hijau yang terletak di bawah cangkangnya.
Berdasarkan pantauan, di Pulau Derawan masih banyak warga yang menjual cenderamata seperti gelang, cincin, dan gantungan kunci yang berasal dari kulit penyu. Ada juga pajangan berupa penyu yang dikeraskan. Keberadaan penyu hijau justru menjadi salah satu daya tarik Derawan, selain karena hewan itu dilindungi. "Seharusnya warga bisa menjual cenderamata lain seperti kaus atau pajangan yang bukan dari penyu," ucap Peter seorang turis Jerman.
5. Penyu Belimbing atau penyu Tempayan (Dermochelys coriacea).
Tempurungnya lunak dan tertutup kulit. Pada tempurungnya terdapat lima
sampai tujuh garis bujur menonjol. Termasuk penyu terbear didunia.
Makanannya terutama ikan dan ubur-ubur. Telur dan daging penyu ini
dimakan. Di Indonesia satwa ini dilindungi.
Tidak banyak informasi yang diketahui tentang Penyu Belimbing
(Dermochelys coriacea) karena hampir seluruh hidupnya dihabiskan untuk
bermigrasi menjelajahi samudera.
Namun penelitian menggunakan satelit transmisi oleh WWF Indonesia di Jamursba Medi, Papua, bekerjasama dengan lembaga penelitian internasional NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration), belum lama ini berhasil menyibak rahasia pengembaraan hewan langka tersebut.
Sepuluh ekor Penyu Belimbing yang dipasangi transmitter dipunggungnya dan dilepas dari pantai Jamursba Medi, Papua, pada Juli 2003 lalu, menurut pantauan satelit, kini salah satunya berada di Pantai Barat Amerika Serikat, tepatnya di Monteray Bay, sekitar 25 km dari Golden Bridge, San Fransisco.
Ini berarti, Penyu Belimbing tersebut telah mengarungi Samudera Pasifik dan menempuh jarak sekitar 6000 mil dari habitat asalnya di Papua dalam jangka waktu lebih dari satu tahun!
Dibandingkan penyu lainnya, Penyu Belimbing memiliki tingkat migrasi paling tinggi. Kenyataan bahwa mereka gemar bermigrasi melewati kawasan yang produktif untuk kegiatan perikanan terutama di Pasifik, membuat jenis ini beresiko tinggi tertangkap rawai nelayan tradisional maupun kapal ikan besar.
Namun penelitian menggunakan satelit transmisi oleh WWF Indonesia di Jamursba Medi, Papua, bekerjasama dengan lembaga penelitian internasional NOAA (National Oceanic and Atmospheric Administration), belum lama ini berhasil menyibak rahasia pengembaraan hewan langka tersebut.
Sepuluh ekor Penyu Belimbing yang dipasangi transmitter dipunggungnya dan dilepas dari pantai Jamursba Medi, Papua, pada Juli 2003 lalu, menurut pantauan satelit, kini salah satunya berada di Pantai Barat Amerika Serikat, tepatnya di Monteray Bay, sekitar 25 km dari Golden Bridge, San Fransisco.
Ini berarti, Penyu Belimbing tersebut telah mengarungi Samudera Pasifik dan menempuh jarak sekitar 6000 mil dari habitat asalnya di Papua dalam jangka waktu lebih dari satu tahun!
Dibandingkan penyu lainnya, Penyu Belimbing memiliki tingkat migrasi paling tinggi. Kenyataan bahwa mereka gemar bermigrasi melewati kawasan yang produktif untuk kegiatan perikanan terutama di Pasifik, membuat jenis ini beresiko tinggi tertangkap rawai nelayan tradisional maupun kapal ikan besar.
Penyu Belimbing disebut juga Leatherbacks, dan sangat dilindungi sebagaimana diatur dalam CITES (Convention on International Trade of Endangered Species) Appendix 1. Saat ini diperkirakan hanya sekitar 2.300 penyu betina dewasa yang tersisa diseluruh Samudera Pasifik.
Jamursba Medi, yang terletak di pantai utara Kepala Burung Papua merupakan salah satu tempat peteluran utama bagi Penyu Belimbing. Hanya ada dua tempat yang masih menyimpan stok Penyu Belimbing di Samudera Pasifik, yaitu di Pasifik Utara termasuk di pantai-pantai Meksiko, Nikaragua, dan Costa Rica, dan di Pasifik Barat yakni di pantai-pantai Kepulauan Solomon, Vanuatu, Malaysia dan Papua (termasuk juga Papua Nugini).
Dengan semakin menurunnya populasi penyu belimbing di daerah peteluran di Malaysia dan Meksiko, Papua otomatis menjadi daerah peteluran terakhir sekaligus terbesar yang tersisa di seluruh Samudera Pasifik.
Hewan yang beratnya bisa mencapai 600-900 kg, dan merupakan salah satu reptil terbesar itu memang menyimpan rahasia pengembaraan yang unik. Dimulai dari tukik yang baru menetas dengan berat kurang dari 200 gram, penyu kecil tersebut berenang ke laut lepas dan baru kembali ke darat setelah berat badannya mencapai sekitar 600 kilogram, hanya untuk bertelur! Bayangkan, betapa panjang masa yang dihabiskannya menjelajahi laut.
Hanya penyu betina dewasa yang ’mampir’ kedaratan selama sekitar tiga jam dalam setiap masa bertelur untuk meletakkan 60-120 telurnya, lalu kembali ke laut, dan naik lagi ke daratan untuk bertelur 2-3 tahun kemudian.
Sayangnya, dari 1.000 telur Penyu Belimbing yang menetas, hanya satu hingga lima ekor yang hidup menjadi dewasa hingga puluhan tahun. Selain akibat aktivitas nelayan - yang menangkap penyu sebagai tangkapan samping - populasi Penyu Belimbing terancam serius oleh perburuan liar untuk mendapatkan telur, daging, dan cangkangnya. Begitu juga karena pencemaran laut; terutama oleh sampah plastik yang sering tertelan penyu karena disangka ubur ubur kesukaannya.
Sebagai pemangsa utama ubur-ubur, Penyu Belimbing menjadi pengatur keseimbangan populasi ubur-ubur di alam. Berlebihnya populasi ubur-ubur dapat menyebabkan penurunan populasi ikan, khususnya ikan-ikan dengan nilai komersial yang laku dipasaran, dikarenakan ubur-ubur adalah pemangsa utama larva ikan tersebut. Dengan demikian, pelestarian Penyu Belimbing memberikan manfaat bagi ikan, manusia dan industri nelayan.
|
| Penyu Belimbing yang hampir punah selalu dijadikan komoditi oleh orang yang tidak bertanggung jawab |
Sumber: NGC, BBC, Science Daily, Kompas, P2N dan berbagai sumber

Comments
Post a Comment
Berikan komentar Anda, dengan bantuan Anda kami tetap ada