
Heinrich "Hein" Severloh dilahirkan tanggal 23 Juni 1923 dari
keluarga petani di Metzingen (sekarang bernama Eldingen) yang terletak
di padang rumput Lüneburg di utara Jerman, dekat dengan kota kecil
bernama Celle.
Severloh masuk menjadi tentara Jerman tanggal 23 Juli 1942 di usianya
yang ke-19 tahun. Dia ditempatkan di Divisi Artileri Ringan Cadangan
ke-19 di Hannover-Bothfeld. Tanggal 9 Agustus dia dipindahkan ke Prancis
dan bergabung dengan Baterai ke-3 dari Artillerie-Regiment 321, dimana
dia dilatih sebagai kurir pembawa pesan. Pada saat pendaratan tentara
Inggris dan Kanada yang gagal di Dieppe tahun 1942 dia ikut hadir tapi
tidak ikut beraksi. Bulan Desember 1942 Severloh dikirim ke Front Timur
dimana dia ditempatkan di bagian belakang divisinya sebagai supir kereta
salju. Sebagai hukuman atas salah satu komentarnya yang dianggap tidak
pantas, Severloh dipaksa untuk melakukan kerja fisik di luar batas yang
membuatnya menderita gangguan kesehatan permanen sepanjang sisa
hidupnya!
Dampak langsungnya adalah perawatan di rumah sakit selama enam bulan,
yang berlangsung sampai dengan bulan Juni 1943. Setelah keluar dari
rumah sakit, dia diperbolehkan untuk cuti dulu selama beberapa minggu di
kampung halamannya (yang sebagian disebabkan oleh kekurangan orang
parah yang dialami Jerman untuk menggarap panen di tanah-tanah pertanian
negara tersebut). Pada bulan Oktober 1943 Severloh dikirim untuk
menjalani pelatihan perwira yunior di Braunschweig. Tapi kemudian
unitnya ditransfer ke Prancis setelah menderita korban yang besar dalam
peperangan di Front Timur, sehingga Severloh pun dipaksa untuk
menghentikan pelatihannya yang masih berlangsung dan ikut ke negaranya
Napoleon untuk bergabung kembali dengan unitnya. Pada bulan Desember
akhirnya dia bertemu kembali dengan rekan-rekan seperjuangannya,
sementara unitnya sendiri kini berganti nama menjadi 352.
Infanterie-Division dan ditempatkan di Normandia. Masa tugas Severloh
sendiri berakhir tanggal 7 Juni 1944 ketika dia menjadi tawanan perang
Amerika.
Tempat dimana Severloh menjalani misi terakhirnya sebagai prajurit Jerman sebelum ditawan adalah sebuah lokasi pertahanan yang tidak terlalu besar yang dikenal dengan nama"Widerstandsnest 62" (sarang perlawanan 62). Di tengah ketiadaan garis pertahanan yang kuat, "sarang-sarang perlawanan" semacam itu telah dibangun begitu banyaknya di sepanjang Pantai Atlantik dan ditandai dengan nomor-nomor yang berurutan. Masing-masing dilengkapi oleh radio dan telepon untuk kepentingan komunikasi antar lokasi pertahanan, dan sebagian besarnya juga masih dalam jarak pandangan mata satu sama lainnya. karena itulah prajurit yang bertugas sebagai penembak senapan mesin di salah satu lokasi pertahanan dapat saling berkoordinasi dengan mudahnya dengan rekannya yang lain.
Berdasarkan keterangan dari Severloh sendiri, pada saat pasukan Amerika mendarat di Normandia hanya terdapat dua atau tiga Widerstandsnest aktif yang dilengkapi dengan senapan mesin di area tempat dia bertugas. Dia dan Franz Gockel (19 tahun) yang berposisi di dekatnya dilengkapi pula dengan senapan mesin. Severloh juga mengklaim bahwa saat itu hanya terdapat sekitar 30 orang prajurit yang mempertahankan pantai. Kenyataannya, diWiderstandsnest 62 saja terdapat 19 orang. Holderfield menerangkan bahwa pertahanan pantai Omaha terdiri dari 8 bunker beton kokoh yang menyimpan artileri segede peler raksasa berkaliber 75mm atau malah lebih besar lagi, juga 35 kubah kecil yang dipersenjatai oleh senapan mesin atau artileri, 18 senjata anti-tank, 6 lubang mortir, 35 tempat peluncuran roket dan 85 sarang senapan mesin! Jumlah yang begitu besarnya membuat klaim 30 orang anggota pertahanan yang diklaim oleh Severloh menjadi tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Para prajurit GI Amerika yang menyerang sebenarnya berada dalam posisi taktis yang lemah saat mereka keluar dari kendaraan pengangkut dan mendekati pantai. Antara tepi air dan bukit tanah terdapat hamparan pasir yang sangat lebar dan datar, sehingga tak menyisakan tempat untuk berlindung. Bombardir awal Sekutu terhadap posisi pertahanan Jerman di Omaha yang mengawali serangan ternyata tidak membawa hasil yang dapat diharapkan. Garis pertahanan Severloh sendiri sama sekali tak tersentuh dan melingkup area pantai yang dikenal dengan nama Easy Red dan Fox Green.
Severloh ditugaskan sebagai runner untuk Oberleutnant Bernhard Frerking, dan kebanyakan tugas sehari-harinya adalah mengorganisasi mentega dan telur dari petani setempat (yang bersikap bersahabat kepadanya karena kemudaan usianya dan latar belakang petaninya). Sementara Frerking sibuk mengkoordinasikan tembakan artileri baterainya dari sebuah bunker, Severloh sendiri ditugasi untuk menangani sebuah senapan mesin MG42.
Tempat dimana Severloh menjalani misi terakhirnya sebagai prajurit Jerman sebelum ditawan adalah sebuah lokasi pertahanan yang tidak terlalu besar yang dikenal dengan nama"Widerstandsnest 62" (sarang perlawanan 62). Di tengah ketiadaan garis pertahanan yang kuat, "sarang-sarang perlawanan" semacam itu telah dibangun begitu banyaknya di sepanjang Pantai Atlantik dan ditandai dengan nomor-nomor yang berurutan. Masing-masing dilengkapi oleh radio dan telepon untuk kepentingan komunikasi antar lokasi pertahanan, dan sebagian besarnya juga masih dalam jarak pandangan mata satu sama lainnya. karena itulah prajurit yang bertugas sebagai penembak senapan mesin di salah satu lokasi pertahanan dapat saling berkoordinasi dengan mudahnya dengan rekannya yang lain.
Berdasarkan keterangan dari Severloh sendiri, pada saat pasukan Amerika mendarat di Normandia hanya terdapat dua atau tiga Widerstandsnest aktif yang dilengkapi dengan senapan mesin di area tempat dia bertugas. Dia dan Franz Gockel (19 tahun) yang berposisi di dekatnya dilengkapi pula dengan senapan mesin. Severloh juga mengklaim bahwa saat itu hanya terdapat sekitar 30 orang prajurit yang mempertahankan pantai. Kenyataannya, diWiderstandsnest 62 saja terdapat 19 orang. Holderfield menerangkan bahwa pertahanan pantai Omaha terdiri dari 8 bunker beton kokoh yang menyimpan artileri segede peler raksasa berkaliber 75mm atau malah lebih besar lagi, juga 35 kubah kecil yang dipersenjatai oleh senapan mesin atau artileri, 18 senjata anti-tank, 6 lubang mortir, 35 tempat peluncuran roket dan 85 sarang senapan mesin! Jumlah yang begitu besarnya membuat klaim 30 orang anggota pertahanan yang diklaim oleh Severloh menjadi tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Para prajurit GI Amerika yang menyerang sebenarnya berada dalam posisi taktis yang lemah saat mereka keluar dari kendaraan pengangkut dan mendekati pantai. Antara tepi air dan bukit tanah terdapat hamparan pasir yang sangat lebar dan datar, sehingga tak menyisakan tempat untuk berlindung. Bombardir awal Sekutu terhadap posisi pertahanan Jerman di Omaha yang mengawali serangan ternyata tidak membawa hasil yang dapat diharapkan. Garis pertahanan Severloh sendiri sama sekali tak tersentuh dan melingkup area pantai yang dikenal dengan nama Easy Red dan Fox Green.
Severloh ditugaskan sebagai runner untuk Oberleutnant Bernhard Frerking, dan kebanyakan tugas sehari-harinya adalah mengorganisasi mentega dan telur dari petani setempat (yang bersikap bersahabat kepadanya karena kemudaan usianya dan latar belakang petaninya). Sementara Frerking sibuk mengkoordinasikan tembakan artileri baterainya dari sebuah bunker, Severloh sendiri ditugasi untuk menangani sebuah senapan mesin MG42.
Dia memuntahkan peluru ke arah gelombang serangan pasukan Amerika dari
senapan mesinnya plus dua buah senapan Karabiner 98k, sementara para
kameradnya secara terus menerus menyediakan peluru untuk dipakainya.
Ketika jam menunjukkan pukul tiga di sore hari, Severloh telah
menembakkan tidak kurang dari 12.000 round peluru untuk senapan mesinnya
dan 400 round untuk dua senapannya! Dalam otobiografi yang dibuatnya
setelah perang, dia mengklaim bahwa semua pelor yang telah dimuntahkan
dari moncong senjatanya telah memakan korban tidak kurang dari 2000-2500
prajurit Amerika yang tewas dan terluka! Ini adalah sebuah perkiraan
kasar yang kebenarannya diragukan, karena total korban Amerika di Pantai
Omaha sendiri mencapai 3000 orang lebih. Apakah mungkin sebagian
besarnya diakibatkan hanya oleh Severloh seorang?
Pasukan GI yang terdesak akhirnya menemukan sebuah celah sempit antara
Widerstandsnest 62 dan Widerstandsnest 64 (tepat di bawah lokasi yang
kini menjadi kuburan tentara Amerika) sehingga pada akhirnya mampu
menyerang Widerstandsnest 62 dari belakang. Saat ini bunker observasi
Oberleutnant Frerking bersama Widerstandsnest 62 masih tetap berdiri
kokoh dan dapat dikunjungi di pantai di dekat Colleville. Lubang
perlindungannya sendiri masih bisa terlihat apabila kita cari dengan
teliti.
Severloh sendiri hanya mengalami luka ringan pada wajahnya dalam pertempuran di Pantai Omaha. Dia mundur bersama seorang prajurit Wehrmacht ke sebuah desa yang berdekatan di Colleville, dan tertangkap oleh tentara Amerika ketika sedang mengawal tawanan Amerika dari lubang perlindungan ke tempat pengumpulan tawanan milik Jerman.
Salah seorang prajurit Amerika yang selamat dari pembantaian di Pantai Omaha adalah David Silva. Dia terluka parah dalam pertempuran itu, kemungkinan besar diakibatkan oleh tembakan Severloh, dan kemudian setelah perang bertemu kembali dengan orang yang berusaha membunuhnya! Ceritanya, pada tahun 1960 Severloh menemukan nama David Silva di sebuah buku yang bercerita tentang invasi Normandia berjudul "The Longest Day". Dia lalu berkeinginan untuk bertemu dengan orang yang kemungkinan besar telah ditembaknya, sehingga dia lalu menulis sebuah surat yang dialamatkan ke Silva.
Pasukan GI yang terdesak akhirnya menemukan sebuah celah sempit antara
Widerstandsnest 62 dan Widerstandsnest 64 (tepat di bawah lokasi yang
kini menjadi kuburan tentara Amerika) sehingga pada akhirnya mampu
menyerang Widerstandsnest 62 dari belakang. Saat ini bunker observasi
Oberleutnant Frerking bersama Widerstandsnest 62 masih tetap berdiri
kokoh dan dapat dikunjungi di pantai di dekat Colleville. Lubang
perlindungannya sendiri masih bisa terlihat apabila kita cari dengan
teliti.Severloh sendiri hanya mengalami luka ringan pada wajahnya dalam pertempuran di Pantai Omaha. Dia mundur bersama seorang prajurit Wehrmacht ke sebuah desa yang berdekatan di Colleville, dan tertangkap oleh tentara Amerika ketika sedang mengawal tawanan Amerika dari lubang perlindungan ke tempat pengumpulan tawanan milik Jerman.
Salah seorang prajurit Amerika yang selamat dari pembantaian di Pantai Omaha adalah David Silva. Dia terluka parah dalam pertempuran itu, kemungkinan besar diakibatkan oleh tembakan Severloh, dan kemudian setelah perang bertemu kembali dengan orang yang berusaha membunuhnya! Ceritanya, pada tahun 1960 Severloh menemukan nama David Silva di sebuah buku yang bercerita tentang invasi Normandia berjudul "The Longest Day". Dia lalu berkeinginan untuk bertemu dengan orang yang kemungkinan besar telah ditembaknya, sehingga dia lalu menulis sebuah surat yang dialamatkan ke Silva.
Beberapa bulan kemudian, Severloh menemukan bahwa Silva telah aktif
kembali di Angkatan Darat Amerika sebagai pendeta militer dan
ditempatkan di Karlsruhe, Jerman. Disanalah mereka bertemu kembali untuk
pertama kalinya setelah perang. Severloh pernah bertanya kepadanya
tentang bagaimanakah sampai dia menjadi seorang pendeta, dan jawaban
Silva adalah: "Di waktu ketika aku harus keluar dari perahu pendarat dan
terjebak dalam tembakan senapan mesinmu, aku menangis berdoa pada Tuhan
agar dapat menyelamatkanku dan membuatku keluar dari neraka ini
hidup-hidup.
![]() |
| David Silva |
Severloh sendiri dilepaskan dari kamp tawanan perang tahun 1947. Pada awalnya dia dikirim sebagai tawanan ke Boston, Amerika Serikat, dimana dia ditahan disana sampai dengan bulan Mei 1946. Desember tahun itu dia dikirim ke Bedfordshire di Inggris untuk membantu pengerjaan jalan-jalan raya. Severloh dibebaskan setelah berkali-kali permohonan ke pihak berwenang Inggris dari ayahnya yang sudah tua, yang mengatakan bahwa tenaga Severloh dibutuhkan di pertanian yang dimiliki oleh keluarganya.
Severloh mendapat julukan sebagai "The Beast of Omaha Beach" (Si Buas dari Pantai Omaha) karena begitu besarnya jumlah pasukan Amerika yang mati dan terluka di tangannya.
Hein Severloh meninggal dunia tanggal 14 Januari 2006 di Lachendorf di dekat tempat kelahirannya, Metzingen.
Sumber : dunianyasejarah.blogspot.com dan pernakpernik.net

Comments
Post a Comment
Berikan komentar Anda, dengan bantuan Anda kami tetap ada