
Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad memperkenalkan kemajuan teknologi militernya yaitu sebuah pesawat pembom jarak jauh tanpa awak dengan nama Karrar. Inilah foto Karrar, pesawat tanpa awak pembom jarak jauh. Presiden Mahmoud Ahamadinejad menyebut pesawat tersebut sebagai 'utusan kematian' bagi musuh-musuh Iran.
Garda Revolusi Iran Sabtu mengatakan bahwa pada Maret tahun depan pihaknya akan menyebar pesawat tak berawak buatan dalam negeri, yang mampu melakukan serangan udara. "Pesawat tanpa awak super canggih itu dibuat oleh Garda Revolusi, dan akan dioperasikan pada pertengahan tahun kedua, tahun ini," kata Komandan Garda, Brigjen Amir Ali Hajizadeh, yang merujuk bahwa akhir tahun Iran akan jatuh pada 20 Maret 2011.
AFP melaporkan bahwa Ali Hajizadeh tidak memberikan penjelasan secara detil mengenai pesawat tak berawak itu. Teknologi pesawat tak berawak Iran telah menimbulkan kekhawatiran di Amerika Serikat. Menteri Pertahanan AS, Robert Gates, baru-baru ini memperingatkan mereka akan `mempersulit` bagi kehadiran militer di Afghanistan.
Pada Februari lalu, Iran membuka dua jalur produksi untuk pembuatan pesawat tak berawak itu. Teheran mengatakan, bahwa pesawat tak berawak tersebut akan berkemampuan melakukan serangan dengan ketepatan yang tinggi
Garda Revolusi Iran Sabtu mengatakan bahwa pada Maret tahun depan pihaknya akan menyebar pesawat tak berawak buatan dalam negeri, yang mampu melakukan serangan udara. "Pesawat tanpa awak super canggih itu dibuat oleh Garda Revolusi, dan akan dioperasikan pada pertengahan tahun kedua, tahun ini," kata Komandan Garda, Brigjen Amir Ali Hajizadeh, yang merujuk bahwa akhir tahun Iran akan jatuh pada 20 Maret 2011.
AFP melaporkan bahwa Ali Hajizadeh tidak memberikan penjelasan secara detil mengenai pesawat tak berawak itu. Teknologi pesawat tak berawak Iran telah menimbulkan kekhawatiran di Amerika Serikat. Menteri Pertahanan AS, Robert Gates, baru-baru ini memperingatkan mereka akan `mempersulit` bagi kehadiran militer di Afghanistan.
Pada Februari lalu, Iran membuka dua jalur produksi untuk pembuatan pesawat tak berawak itu. Teheran mengatakan, bahwa pesawat tak berawak tersebut akan berkemampuan melakukan serangan dengan ketepatan yang tinggi

The Karrar (UCAV) appears to take advantage of existing target drone technology.
Pesawat ini mampu membawa banyak bom dengan daya jelajah tinggi. AFP mengutip kantor televisi pemerintah Iran, menjelaskan pesawat tersebut berukuran pendek. Dicat dengan warna hijau militer dengan tulisan pesawat pembom di sisinya. Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahid, menjelaskan Karar adalah buah karya industri pertahanan Iran.
Iran terus membangun kekuatan militernya. Negara ini sebelumnya melakukan uji coba misil serang darat ke darat, Qiam. Dalam waktu dekat, Iran juga mengembangkan misil Fateh 110 yang bisa mencapai sasaran dengan jarak 150 km hingga 200 km. Iran juga menunjukkan telah memiliki 2 buah kapal cepat yang mampu digunakan untuk membawa misil. Dua buah kapal itu dinamai Seraj dan Zolfaqar. Angkatan Laut Iran juga telah diperkuat dengan 4 buah kapal selam yang berteknologi siluman.
Iran telah mengembangkan teknologi dirgantara, termasuk pesawat tanpa awak sejak akhir dekade 1980-an. Sejak 1992,Bahkan, tetangga Irak ini juga berhasil mengembangkan teknologi nuklir. Itulah yang terus dirisaukan oleh seteru-seterunya. Mereka curiga Iran bisa membuat senjata nuklir walau Iran berkali-kali membantah bahwa uranium yang mereka buat hanya untuk kepentingan damai.
Peluncuran itu berlangsung sehari setelah reaktor nuklir pertama Iran diisi bahan bakar. Langkah ini dilakukan ditengah sanksi PBB yang dijatuhkan kepada Iran, mengenai program nuklir negara tersebut. Prosedur yang akan berlangsung selama sepekan ini memungkinkan bahan bakar uranium ke dalam reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir di Bushehr yang berada di selatan Iran.
Rusia yang membantu menyelesaikan pembangkit listrik tenaga nuklir ini berkomitmen untuk menjaga keamanan di sekitar reaktor. Selain itu Rusia akan melakukan penjagaan ketat agar bahan bakar uranium tersebut tidak dirubah menjadi senjata nuklir. Setelah bertahun-tahun mengalami penundaan dalam penyelesaiannya, Rusia yakin jika pembangkit Bushehr akan menjadi pemicu untuk Iran agar bersedia bekerja sama dengan dunia internasional. Tentunya hal ini dapat membangun kepercayaan dunia internasional jika Iran tidak menggunakan nuklir sebagai senjata nuklir.
Reaktor Bushehr tidak dianggap sebagai risiko karena persyaratan perjanjian, Iran berkomitmen untuk memungkinkan Rusia mengambil semua bahan bakar reaktor yang digunakan untuk diproses. Selain itu, Iran memastikan tidak ada limbah bahan bakar segar atau yang dialihkan.
Amerika Serikat dan negara-negara lain bukan menentang tujuan Iran memproduksi energi nuklir, tetapi khawatir bahwa siklus pengayaan akan menjadi jalur untuk memproduksi senjata di bawah program energi damai. Iran pun membantah niat tersebut. Dengan mengatakan kalau pekerjaan tersebut telah menjadi target dari empat putaran sanksi Dewan Keamanan PBB.
Iran terus membangun kekuatan militernya. Negara ini sebelumnya melakukan uji coba misil serang darat ke darat, Qiam. Dalam waktu dekat, Iran juga mengembangkan misil Fateh 110 yang bisa mencapai sasaran dengan jarak 150 km hingga 200 km. Iran juga menunjukkan telah memiliki 2 buah kapal cepat yang mampu digunakan untuk membawa misil. Dua buah kapal itu dinamai Seraj dan Zolfaqar. Angkatan Laut Iran juga telah diperkuat dengan 4 buah kapal selam yang berteknologi siluman.
Iran telah mengembangkan teknologi dirgantara, termasuk pesawat tanpa awak sejak akhir dekade 1980-an. Sejak 1992,Bahkan, tetangga Irak ini juga berhasil mengembangkan teknologi nuklir. Itulah yang terus dirisaukan oleh seteru-seterunya. Mereka curiga Iran bisa membuat senjata nuklir walau Iran berkali-kali membantah bahwa uranium yang mereka buat hanya untuk kepentingan damai.
Peluncuran itu berlangsung sehari setelah reaktor nuklir pertama Iran diisi bahan bakar. Langkah ini dilakukan ditengah sanksi PBB yang dijatuhkan kepada Iran, mengenai program nuklir negara tersebut. Prosedur yang akan berlangsung selama sepekan ini memungkinkan bahan bakar uranium ke dalam reaktor pembangkit listrik tenaga nuklir di Bushehr yang berada di selatan Iran.
Rusia yang membantu menyelesaikan pembangkit listrik tenaga nuklir ini berkomitmen untuk menjaga keamanan di sekitar reaktor. Selain itu Rusia akan melakukan penjagaan ketat agar bahan bakar uranium tersebut tidak dirubah menjadi senjata nuklir. Setelah bertahun-tahun mengalami penundaan dalam penyelesaiannya, Rusia yakin jika pembangkit Bushehr akan menjadi pemicu untuk Iran agar bersedia bekerja sama dengan dunia internasional. Tentunya hal ini dapat membangun kepercayaan dunia internasional jika Iran tidak menggunakan nuklir sebagai senjata nuklir.
Reaktor Bushehr tidak dianggap sebagai risiko karena persyaratan perjanjian, Iran berkomitmen untuk memungkinkan Rusia mengambil semua bahan bakar reaktor yang digunakan untuk diproses. Selain itu, Iran memastikan tidak ada limbah bahan bakar segar atau yang dialihkan.
Amerika Serikat dan negara-negara lain bukan menentang tujuan Iran memproduksi energi nuklir, tetapi khawatir bahwa siklus pengayaan akan menjadi jalur untuk memproduksi senjata di bawah program energi damai. Iran pun membantah niat tersebut. Dengan mengatakan kalau pekerjaan tersebut telah menjadi target dari empat putaran sanksi Dewan Keamanan PBB.
Detail of solid rocket booster and jet engine exhaust. Armament appears to be a Mk. 82 type bomb.
Rear view suggests a (closed) chute canopy, for drone retrieval.
Rocket assisted takeoff
Rocket assisted takeoff (2)
Karrar UCAV production facilities (1)
Karrar UCAV production facilities (2)
Video:
Photos: Islamic Republic News Agency
Comments
Post a Comment
Berikan komentar Anda, dengan bantuan Anda kami tetap ada