Skip to main content

10 Tahun Tenggelamnya Kapal Selam Nuklir Rusia Kursk

Kursk
Tepat sepuluh tahun yang lalu Kamis (12/08), terjadi musibah yang melibatkan kapal selam Rusia Kursk. Seluruh Rusia kembali dicemaskan oleh nasib para awak kapal sebuah kapal selam mereka yang terperangkap di dasar laut. Ketika itu sedang diadakan latihan militer di Laut Barents. Kursk adalah kapal selam bertenaga nuklir Rusia yang paling mutakhir. Saat itu, beberapa pusat pencatatan gempa melaporkan telah terjadi ledakan di bawah air. Para pengamat Barat lalu menduga, Kursk sudah tenggelam akibat ledakan tersbeut.

Di televisi, muncul kembali wajah-wajah lama seperti para juru bicara angkatan laut. Di samping itu, muncul spekulasi mengenai peluang penyelamatan, jumlah udara yang masih tersisa di dalam kapal, serta pentingnya bantuan luar negeri dalam menyelamatkan para awak yang berada di dasar laut Kamchatka.

Kursk adalah kapal selam raksasa buatan Russia yang lahir oleh karena kebutuhan Perang dingin yang tenggelam ( 12 Agustus 2000 ) akibat salah satu torpedonya meledak dan menenggelamkan semua crew kapal selam ke dasar laut Barens Rusia. Salah satu korban tewas (Dmitry Kolesnikov, 27 Tahun) sempat menuliskan pesan kepada istrinya (yang baru saja menikah) dan semua orang yang mungkin membacanya berisikan pesan "Jangan pernah putus asa..."

Petikan kata-kata, nama awak kapal yang masih hidup (+/- 35 orang setelah ledakan) dan yang sempat dilihat dan dicatat dalam kenangan itulah yang menghias peti mati Dmitry Kolesnikov:

"Pukul 15.45. Cahaya makin lemah, terlalu gelap untuk menulis. Tapi, aku akan terus mencoba menulis dengan rasa. Tampaknya, bagiku sudah tak ada kesempatan sama sekali, walau cuma 10%, atau 20%. Mudah-mudahan kelak ada yang membaca suratku ini..." .

Kecelakaan yang sempat membuat pihak Navy Russia kehilangan muka dan malu itu menurut banyak pihak masih bisa di hindari. Kecelakaan ini mungkin yang terbesar setelah kecelakaan kapal selam K-19 akibat bocornya reaktor nuklir.

Gambar diatas merupakan perbandingan besar Kursk dengan Boeing 747, kapal selam Kursk masuk dalam kapal selam kelas Oscar II.

Lambatnya pertolongan karena ternyata Rusia tidak mempunyai tim ahli dalam penyelamatan hal darurat semacam juga menjadi salah satu faktor yang sangat disayangkan oleh banyak pihak baik luar maupun dalam negeri sendiri. Karena tidak ingin rahasia teknologi kapal selamnya terungkap, Rusia tidak mau memberi informasi lebih lanjut tentang keberadaan kapal selam itu. Militer Rusia juga menolak tawaran bantuan dari luar negeri. Kala itu, masih belum jelas bagaimana nasib 118 awak kapal selam Kursk. Ketika itu, Vladimir Putin baru terpilih menjadi presiden dan sedang berlibur di Laut Hitam. Ketika ditanya wartawan apa yang terjadi, ia hanya mengatakan, kapal itu sudah tenggelam.

Terutama pihak keluarga para korban bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi. Tapi mereka hanya dikumpulkan di kota pelabuhan Murmansk dan diminta menunggu informasi lebih lanjut. Baru dua hari setelah kehilangan kontak, tanggal 14 Agustus, Rusia mengeluarkan laporan pendek: "Ada insiden di laut Barents. Segala sesuatu dilakukan dan langkah-langkah yang perlu akan segera diambil." Para ibu dan anggota keluarga yang ada di Murmansk makin putus asa.

Bantuan Inggris dan Norwegia

Empat hari setelah insiden itu, barulah Rusia meminta bantuan pada Inggris dan Norwegia. Akhrinya tim spesialis Inggris dan Norwegia berhasil mencapai lokasi kecelakaan di dasar laut. Pada hari ke sepuluh setelah kecelakaan itu, para penyelam membuka pintu utama dan masuk ke kapal selam. Angkatan laut Rusia lalu mengumumkan, semua awak kapal sudah meninggal. Seorang Admiral Armada Utara Rusia secara resmi memohon maaf kepada pihak keluarga korban, karena tidak mampu menyelamatkan awak kapal Kursk. Sempat ada yang masih hidup sekitar 35 orang bertahan dan pada hari kesembilan ketika pintu kapal selam dibuka semua dari 118 awak kapal selam sudah meninggal. Informasi ini diperoleh dari catatan Dmitry Kolesnikov yang menulis semua awak yang masih hidup pada saat setelah ledakan terjadi.

Presiden Putin akhirnya datang ke Murmansk dan bertemu dengan keluarga korban. Barulah dua tahun kemudian dalam sebuah laporan penyelidikan disebutkan, kapal selam Kursk tenggelam karena satu torpedonya meledak. Jadi tidak ada keterlibatan pihak asing dalam insiden ini. Peristiwa tenggelamnya Kursk sempat mencuatkan kritik pada Putin yang dianggap tidak berhasil mengelola krisis itu dengan benar dan malah melanjutkan liburannya. Banyak media yang ketika itu mengeritik Putin sekarang sudah ditutup.

Yang menarik adalah, untuk sebuah investigasi yang sangat di inginkan dari pihak keluarga korban, pemerintah Rusia memutuskan untuk mengangkat bangkai kapal selam Kursk dari dasar laut Barens. Perencanaannya pun memerlukan waktu yang sangat lama dan juga konsep pengangkatan yang tidak sembarangan, karena menyangkut kapal selam nuklir yang masih aktif dan juga ada beberapa torpedo yang masih belum di gunakan, jadi memerlukan ke hati hati an yang sangat tinggi untuk mengangkatnya. Sebuah kapal raksasa disiapkan sebagai kapal pengangkat yang dilengkapi dengan kabel kabel hidrolik yang menjuntai turun ke dasar laut menuju lokasi dimana bangkai tersebut berada, sementara itu team penyelam, berkerja extra keras sebelum pengangkatan dengan membuat lubang lubang di body Kursk untuk pengait.

Pekerjaan menyelam bukanlah hal yang mudah,karena dinginnya air di perairan barens dan juga tekanan air laut yang begitu besar. Penyelam yang akan melakukan pengeboran,pengelasan dan penggergajian di body Kursk di tempatkan di sebuah kapal pengendali yang mendesain ruang khusus penyelam yang bertekanan, sehingga penyelam terbiasa dalam pekerjaan dasar laut, untuk pemindahan penyelam dari kapal ke dasar laut tempat Kursk berada menggunakan semacam wahana khusus. Pekerjaan berbulan-bulan itu terasa sangat melelahkan, karena mempertimbangkan berbagai aspek mengenai pasang air laut di perairan barens yang pada bulan september menjadi sangat berbahaya bagi ekspedisi pengangkatan ini.

[Gambar diatas menerangkan bagaimana Kursk di potong menjadi dua pada bagian torpedo guna menghindari kejadian yang tidak di inginkan pada saat pengangkatan mengingat torpedo masih dalam keadaan aktif dan belum di gunakan. Pada keterangan nomer 2. Kursk di lubangi 26 titik sepanjang Hull untuk kait pengangkatan, dan nomer 3 merupakan teknis pengangkatan Kursk dengan menggunakan kabel raksasa yang diangkat dengan mesin hidrolik dari permukaan (mammoet).]

Gambar diatas menerangkan bagaimana Kursk di potong menjadi dua pada bagian torpedo guna menghindari kejadian yang tidak di inginkan pada saat pengangkatan mengingat torpedo masih dalam keadaan aktif dan belum di gunakan. Pada keterangan nomer 2. Kursk di lubangi 26 titik sepanjang Hull untuk kait pengangkatan, dan nomer 3 merupakan teknis pengangkatan Kursk dengan menggunakan kabel raksasa yang diangkat dengan mesin hidrolik dari permukaan (mammoet).

 
Armada Rusia bubar

'Armada Rusia bubar' demikian judul sebuah koran Rusia pada tahun ke lima setelah kejadian. Kekurangan dana yang kronis menyebabkan Rusia tidak mampu menggantikan armadanya yang menua tepat pada waktunya. Armada kapal selam nuklir Rusia akan ditambah hanya dengan segelintir kapal baru. Tahun depan, Kursk akan digantikan oleh Belgorod. Tetapi masalah utama masih tetap terletak pada kapal-kapal serta sistim persenjataan yang kadaluwarsa. Ini berarti semakin sering terjadinya kerusakan. Di samping itu, sebagian penting dari satuan armada Rusia akan terus menerus berada di galangan untuk reparasi. Namun demikian, pimpinan tentara Rusia, baik di depan publik sendiri maupun publik asing, tetap merasa optimis dan  bersemangat atas prestasi serta prospek armada Rusia.

Sumber : bakauheni.com

Comments

Popular posts from this blog

10 Taman Nasional Terindah di Dunia

1. Snowdonia National Park, Wales, Great Britain Taman nasional Snowdonia yang terletak di Wales, Inggris Raya ini mempunyai luas sekitar 2,170 km2. Taman nasional ini teretak di ketinggian 1,085 m di Gunung Snowdon. Perlu dikeahui, Snowdon adalah gunung tertinggi di inggris. Taman Nasional ini mempunyai pemandangan yang sangat indah, dan memberikan kesan "damai" kepada para pengunjungnya.

Spontaneous Human Combustion

Pada tanggal 2 November 2009 kemarin, mayat seorang wanita ditemukan di sebuah trailer di Brevard County, Florida. Mayat itu berada dalam kondisi habis terbakar. Tapi anehnya, benda-benda di dalam trailer di dekat mayat sama sekali tidak terlihat hangus. Setelah lama tidak terdengar, apakah ini kasus terbaru Spontaneous Human Combustion ? Saya tidak bisa menceritakan soal perkembangan kasus wanita ini karena saya tidak bisa menemukan berita mengenainya lagi. Tapi saya bisa menceritakan kepada anda mengenai Spontaneous Human Combustion. Karena itu sebelum memulainya, saya ingin memberikan sedikit peringatan. Tulisan ini berisi deskripsi dan gambar yang tidak menyenangkan untuk dibaca dan dilihat. Jadi jika anda tidak ingin melihatnya, jangan melanjutkan membaca tulisan ini. Tapi saya percaya pasti rasa ingin tahu kalian akan membuat kalian terus membaca. Baiklah, saya akan mulai bercerita. Spontaneous Human Combustion (SHC) atau pembakaran spontan manusia adalah fenomena keti...

15 headlines surat kabar yang menjadi sejarah

Spoiler for New York Times: "Titanic Karam setelah 4 jam menabrak gunung es" [16 April 1912 : ]