Terusan ini akan memotong daratan sekitar 30 kilometer di wilayah Kabupaten Donggala dan Kabupaten Parigi-Moutong. Dengan begitu jarak transportasi laut dari wilayah timur Pulau Sulawesi menuju wilayah barat Indonesia, serta ke Filipina dan Malaysia akan lebih pendek.




Equatorial Canal Development will be cut throat island of Sulawesi. Sulawesi Island would later split in two, because it is separated by the sea in the channel which will be named Canal Equator ( Terusan Khatulistiwa ).
Terusan khatulistiwa ini di gagas Musyawarah Sulawesi IV yang diikuti enam gubernur se-Sulawesi. Jika rencana tersebut benar-benar direalisasikan. Maka terusan ini akan menjadi terusan ketiga di dunia. Sebab saat ini baru ada dua terusan, yakni Terusan Suez di Mesir dan Terusan Panama di Amerika Tengah.
Terusan Khatulistiwa ini bisa menjadi jalur laut internasional yang ramai dan akan memperpendek jarak transportasi laut dari wilayah timur Pulau Sulawesi menuju wilayah barat Indonesia, serta ke Filipina dan Malaysia.
Namun dibalik keinginan yang sekilas tampak akan memberi kemajuan di bidang ekonomi, ada harga yang harus dibayar mahal. Yang sudah pasti adalah rusaknya ekosistem Sulawesi yang terkenal kaya akan keeneragaman hayati yang khas dan termasuk dalam Zona Wallacea.
“Terusan ini akan merusak sistem arus laut dunia dan ekologi kawasan teluk Tomini dan Laut Sulawesi, “ ujar salah satu facebooker Fadly. Y dalam statusnya.
Sementara Roy Salam, aktor yang memang berasal dari Sulawesi ini dalam facebooknya menilai akan sangat berbahaya untuk kelangsungan generasi dan keseimbangan alam Sulawesi, jika terusan ini keukeuh akan dibangun.
“Masih banyak sumberdaya alam lain yang bisa digali jika orientasinya ekonomi, tak perlu dengan membuat terusan,” tulisnya mantap. Dan yang lebih gawat, bukan tidak mungkin dengan dibangunnya terusan ini, maka permukaan air laut akan naik karena pemanasan global. Dan bayangkan, P. Sulawesi mungkin akan cepat tenggelam dan hanya akan tinggal kenangan.
Comments
Post a Comment
Berikan komentar Anda, dengan bantuan Anda kami tetap ada